Photo

Penyebab Turunnya Cadangan Devisa Negara di Akhir Oktober

by Wida Yodik

Bhima Yudistira Adhinegara, Salah satu Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menjelaskan bahwa : penurunan Devisa Negara di akhir Oktober akibat dari nilai Rupiah yang tertekan selama bulan September sampai Oktober 2017.

Disamping itu, beberapa faktor eksternal juga ikut menyumbang pengaruhnya seperti rencana kebijakan reformasi pajak di Amerika Serikat, kenaikan harga komoditas serta pelemahan hampir seluruh kinerja ekonomi di Indonesia. Faktor eksternal tersebut membuat investor asing menjadi ragu untuk memperbarui investasinya di dalam negeri.

Bima menambahkan  jika kondisi ini terus dibiarkan, cadangan devisa negara pada bulan ini akan terus mengalami penurunan. Menurutnya , solusi terbaik saat ini adalah dengan meningkatkan kualitas ekspor barang industri yang harus terus di tingkatkan. Kemudian stabilitas politik di dalam negeri juga harus di perbaiki, terutama menjelang acara pilkada yang akan dilakukan serentak kedepannya.

“Jika kondisi fundamental ekonomi dalam negeri membaik, penurunan cadangan devisa negara hanya akan bersifat sementara”, tambahnya.

Bank Indonesia (BI) juga sudah mengumumkan bahwa posisi cadangan devisa negara Indonesia berada pada angka USD 126,5 miliar di akhir Oktober 2017. Posisi tersebut lebih rendah dari bulan September 2017 sebesar USD 129,4 miliar, mengalami penurunan USD 2,9 miliar.

Meskipun penurunan devisa tersebut terjadi, Bank Indonesia menyebut bahwa cadangan devisa itu cukup untuk membiayai impor dan pembayaran utang luar negeri selama 8,6 bulan. Jumlah cadangan devisa itu juga masih diatas standar kecukupan internasional 3 bulan impor.

 BI juga memberikan kepastian bahwa penurunan tersebut tidak akan terlalu mempengaruhi ketahanan sektor eksternal serta kesinambungan pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada beberapa bulan ke depan.

Related Articles