Photo

Sri Mulyani Kejar Target Penerimaan Pajak Rp. 425 Triliun Pada Akhir Tahun

by Wida Yodik

Hingga akhir Oktober 2017, realisasi penerimaan pajak yang diterima negara termasuk PPh Migas sebesar Rp. 858,04 triliun atau baru 66,85% dari target yang tercantum dalam APBNP (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) tahun 2017 dengan total Rp. 1.283,50 triliun.

Secara umum pertumbuhan periode tahun ini masih berakhir dengan pencapaian negatif seperti yang tercantum pada data Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang mengatakan bahwa pencapaian periode ini masih -1,14 persen dibandingkan periode tahun lalu pencapaian pajak sudah mencapai Rp. 867,93 triliun. Bahkan jika PPh migas tidak di ikutkan, pencapaian periode ini mengalami – 2,89 persen dengan pencapaian sebesar Rp. 815,84 triliun atau 65,70% dari total target.

Jika dirinci satu persatu, PPh non migas tercapai 61,9% dari target pada angka Rp. 459,94 triliun atau masih mengalami pertumbuhan -10,31%. Untuk PPN dan PPnBM masih tercapai 73,07% pada angka Rp. 347,47 triliun. Pencapaian PPN dan PPnBM mengalami pertumbuhan 13,92% dari periode sebelumnya. PBB hanya masih tercapai 19,08% atau Rp. 2,94 triliun dari target keseluruhan. Sedangkan untuk perpajakan lainnya, total pencapaian sampai akhir oktober sebesar 63,74% atau Rp. 5,54 triliun dari total target.

Sedangkan untuk PPH migas sudah tercapai 101,03% atau Rp. 42,19 triliun dari target dengan pencatatan pertumbuhan positif 51,85%. Jika keseluruhan kekurangan ditotal, maka dalam dua bulan terakhir tahun ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati harus mengejar target penerimaan pajak negara dengan total nilai RP. 425,46 triliun.

Yustinus Prastowo, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) memproyeksikan bahwa dalam sisa waktu dua bulan terakhir ini, kemungkinan penerimaan negara yang bisa dicapai adalah sebesar Rp. 319,94 triliun, yakni Rp. 119,50 triliun pada bulan November dan Rp. 200,44 triliun pada bulan Desember.

Related Articles